Kamis, 27 April 2017

Duta Besar AS Kunjungi Depo Sampah Cemara

| 1.092 Views
id sistem informasi geografis, program gis, Depo sampah, kunjungan dubes as, pemkot denpasar
Duta Besar AS Kunjungi Depo Sampah Cemara
Duta Besar Amerika Serikat, Joseph R. Donovan Jr (kedua kanan) mendapat penjelasan dari Kepala Desa Sanur Kaja I Made Sudana (ketiga kanan) saat mengunjungi Depo Pengolahan Sampah Cemara di Sanur, Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/wdy/17)
Denpasar (Antara Bali) - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan mengunjungi Depo Sampah Cemara Sanur, Kota Denpasar, Kamis, untuk mendukung pengembangan sistem informasi geografis (GIS).

Kunjungan Duta Besar Joseph Donovan disambut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar Ketut Wisada, Kepala Desa Sanur Kaja I Made Sudana serta pihak Yayasan Wisnu.

"Program GIS tersebut sangat efisien dalam mengolah sampah swadaya tersebut, karena kendaraan pengangkut sampah dipasangi GPS, sehingga dalam koordinasinya bisa dikendalikan dari kantor itu," ujarnya.

Ia mengatakan Program Secondary Cities (2C) tersebut mampu memetakan situs pengumpulan sampah dan fasilitas kota, dan telah menginstal pelacak pada 10 truk sampah di Kota Denpasar.

Unit GPS itu memungkinkan pelacakan "real time" dari kendaraan pengumpulan sampah dan data yang dikumpulkan akan memfasilitasi upaya pengelolaan sampah di Kota Denpasar.

Kepala Desa Sanur Kaja Made Sudana mengatakan program pelacakan sampah didukung dari Konsulat Jenderal AS di Surabaya dan Kedutaan AS untuk Indonesia.

Dia mengatakan Yayasan Wisnu merupakan LSM pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat, dan perusahaan daur ulang Gringgo mendapat hibah bulan Mei 2016 untuk pengembangan pelacakan berbasis GIS.

"Saat ini tim 2C tersebut sedang mengajukan pendanaan untuk tahun kedua," katanya lagi.

Sudana mengatakan, sampah masyarakat yang masuk ke depo ini setiap harinya 32 meter kubik. Sampah itu dihasilkan dari sekitar 1.600 kepala keluarga.

Kepala DLHK Denpasar Ketut Wisada mengatakan pihaknya mendukung adanya pengembangan pengolahan sampah swadaya tersebut, karena langkah yang dilakukan dalam pengolahan sampah itu berarti warga masyarakat semakin sadar dengan lingkungan.

"Kami sangat mendukung depo sampah swakelola tersebut, karena selama ini yang menjadi beban pemerintah dalam pengangkutan ke tempat penampungan akhir secara perlahan sudah bisa diatasi di lingkungannya sendiri," katanya pula. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga