Senin, 25 September 2017

Pemkab Gianyar Bertekad Tekan Pertumbuhan Penduduk

| 1.308 Views
id program KB, keluarga berencana, Vasektomi, Pertumbuhan Penduduk, pemkab gianyar
Pemkab Gianyar Bertekad Tekan Pertumbuhan Penduduk
Warga dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana, Desa Tulikup, Gianyar. (Humas Pemkab Gianyar)
Gianyar (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali bertekad untuk menekan sekecil mungkin pertumbuhan penduduk dengan menerapkan program keluarga berencana yakni mengatur dan mengendalikan pertumbuhan penduduk.

"Hal itu dilakukan dengan mengajak pasangan usia subur (PUS) pria dan wanita yang telah membentuk keluarga untuk menggunakan kontrasepsi mantap sesuai pilihannya," kata seorang Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana, Desa Tulikup, Gianyar, Desak Made Sekar, Jumat.

Ia mengatakan hal itu ketika tim dokter dan medis melakukan pelayanan operasional Vasektomi terhadap sepuluh warga yang masing-masing telah membentuk rumah tangga yang telah mempunyai anak dua hingga 12 orang.

Kesepuluh warga yang menjalani program keluarga berencana (KB) tanpa pungutan itu merupakan tindak lanjut dari Program Pemkab Gianyar dalam menekan laju pertumbuhan penduduk melalui Program KB gratis.

Program tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan setiap bulan dengan menyasar seluruh desa yang ada di daerah "gudang seni" di Pulau Dewata itu.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gianyar melakukan "jemput bola" dalam memberikan pelayanan program KB.

Oleh sebab itu sepuluh warga Banjar Kembengan, Tegallalang menjalani operasi vasektomi, dengan harapan mampu menekan angka pertumbuhan penduduk, ujar Desak Made Sekar.

Sementara itu Kepala Dusun Kembengan, Ketut Karya mengatakan, warganya sebanyak 428 kepala keluarga merupakan jumlah terbanyak di antara tujuh banjar dalam lingkungan Dewa Tulikup.

Warga sebagian besar mempunyai mata pencaharian sebagai petani, buruh tani, buruh bangunan serta perajin industri kecil tikar.

Warga masyarakat yang telah membentuk rumah tangga beberapa yang belum melaksanakan program KB, terutama kaum ibu-ibu karena ada ketakutan sehingga laju pertumbuhan penduduk sulit dikendalikan.

"Untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk di dusun ini kami memanfaatkan pelayanan program KB gratis," ujarnya. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga