Rabu, 23 Agustus 2017

Gubernur Pastika Minta "Kabupaten Kaya" Bantu Entaskan Kemiskinan

| 451 Views
id pengentasan kemiskinan, gubernur bali, raker evaluasi pembangunan, pemprov bali
Gubernur Pastika Minta
ILUSTRASI - Gubernur Bali Made Mangku Pastika (tengah) bersama istrinya Ni Made Ayu Putri (kiri) saat bersembahyang di Merajan Agung Griya Taman Manuaba di Kubutambahan, Singaraja-Bali, Minggu (14/4) untuk memohon keselamatan masyarakat dan Pulau Bal
Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta sejumlah kabupaten di wilayahnya yang tergolong kaya atau mempunyai pendapatan tinggi, untuk turut membantu dalam mengentaskan kemiskinan di kabupaten lainnya.

"Kalau itu semua diturunkan, yang kemiskinan Karangasem, Klungkung, Buleleng, Bangli, ya otomatis kemiskinan Bali turun, pasti turun itu dari 4,25 persen," katanya dalam Rapat Kerja Evaluasi Program Pembangunan Semester I/2017, di Denpasar, Selasa.

Dia meyakini Provinsi Bali masih bisa menurunkan lagi angka kemiskinannya asalkan para pemimpin serius dan ada kerja sama serta sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

"Kepada kabupaten/kota yang lebih kaya dan angka kemiskinannya rendah agar membantu kabupaten lain mengentaskan kemiskinan. Sebagai saudara sebaiknya saling membantu karena tidak enak menjadi kaya sendiri," ucap Pastika.

Terkait dengan angka kemiskinan BPS, Pastika mengatakan angka makro, sehingga bupati/wali kota diharapkan bisa mencari data riil nama-nama warga miskin, sehingga program yang dibuat tepat sasaran.

Menanggapi hal ini, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam paparannya mengatakan akan menyediakan anggaran Rp100 miliar untuk bantuan 2.000 unit dalam program bedah rumah bagi warga miskin di kabupaten lain.

Sementara Bupati Bangli Made Gianyar berharap adanya bantuan aksesibilitas untuk mengatasi kemiskinan di daerahnya. Menurutnya ada daerah yang karena topografi membuatnya sulit berkembang dan diharapkan Pemprov Bali ataupun pemerintah kabupaten lain bisa membantu.

Sementara itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta berpandangan salah satu penyebab kemiskinan masih tinggi di daerahnya adalah mental masyarakat yang terbiasa menerima bantuan.

Itu sebabnya pihaknya membuat program untuk mengubah pola pikir warga miskin. "Dengan berbagai bantuan yang diberikan selama ini, seringkali membuat masyarakat nyaman dengan kemiskinannya," ujar Suwirta.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar AA Rai Iswara mengatakan pihaknya masih kesulitan menertibkan pemukiman kumuh yang masih tersebar di Denpasar.

Tak jauh berbeda dengan Bangli, Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa juga menyampaikan permasalahan kualitas jalan masih menjadi kendala di Tabanan, mengingat panjang jalan di kabupaten tersebut yang paling panjang di Bali.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali menerima semua masukan yang disampaikan kabupaten/kota dan tetap memprioritaskan pengentasan kemiskinan sebagai fokus utama yang perlu dilakukan bersama.

Terkait pemukiman liar di Denpasar, ia berharap ada ketegasan jika memang melanggar peraturan.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan angka kemiskinan di Provinsi Bali menunjukkan bahwa tingkat sistem ekonomi yang terbentuk sudah mencapai optimal.

Hal ini mengacu pada tingkat kemiskinan beberapa tahun terakhir yang berkisar pada angka 4 persen.

"Kalau diibaratkan orang sehat, masih sehat. Orang sehat dikasih vitamin seberapapun hanya berpengaruh sedikit. Begitupun jika ada gangguan hanya berpengaruh sedikit, kecuali ada gangguan ekonomi yang luar biasa," ucapnya. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga