Senin, 21 Agustus 2017

Dwi Purnama Atlet Tabanan Wakili Indonesia Wood Ball

| 324 Views
id atlet wood ball, Indonesia Wood Ball, Wood ball World Cup, koni tabanan,
Dwi Purnama Atlet Tabanan Wakili Indonesia Wood Ball
Ni Made Dwi Purnama Sari dan Desak saat pamitan kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Ketua KONI setempat Dewa Gde Ary Wirawan dan Sekretaris KONI Made Miasa. (FOTO ANTARA Bali/Pande Yudha/wdy/17)
Tabanan (Antara Bali) - Ni Made Dwi Purnama Sari (16), atlet cabang olahraga wood ball dari Kabupaten Tabanan, Bali mendapat kepercayaan mewakili Indonesia dalam kegiatan "Beach Wood ball World Cup Championship" yang berlangsung di Pulau Bintan, Riau selama seminggu, 8-14 Agustus 2017.

Siswi SMA Negeri 1 Kerambitan, Tabanan itu memperkuat tim dari Indonesia yang terdiri dari enam atlet. Dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya berasal dari Bali.

Ni Made Dwi Purnama Sari atas kepercayaan itu mengadakan pamitan kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Ketua KONI setempat Dewa Gde Ary Wirawan dan Sekretaris KONI Made Miasa, Selasa.

Ni Made Dwi dan Desak sudah diproyeksikan sebagai tim inti cabang olahraga Wood ball untuk Porprov Bali 2019.

Selain itu mereka baru saja sukses meraih prestasi gemilang dalam Kejuaraan Nasional yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah awal Juli 2017.Dwi berhasil meraih tiga medali emas dalam tiga nomor. Sedangkan, Desak berhasil meraih dua emas pada dua nomor kompetisi.

Dwi yang langsung bertolak ke Kepulauan Riau itu mengharapkan doa dan dukungan dari Bupati Eka dan masyarakat Bali.

Bupati Eka memberikan apresiasi dan mendoakan perjuangan Dwi. Begitu juga Desak yang sama-sama menjadi tim inti Wood ball untuk Porprov Bali 2019 mendatang.

"Yang terpenting adalah selalu berfikir positif. Berbuat, berdoa, dan bersyukur. Itu yang paling penting. Tanamkan mental juara," katanya.

Dwi mengaku bahwa kompetisi yang dijalaninya nanti akan berlangsung di pantai. Medan yang seperti itu tentu memberikan tantangan tersendiri.

"Selama ini latihannya di lapangan. Medannya datar. Jadi tidak terlalu membutuhkan tenaga yang begitu keras. Tapi kalau di pasir pantai, tenaga yang diperlukan sangat besar," ujarnya. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017