Sabtu, 25 Maret 2017

Kalteng Promosikan Pariwisata Religi di PKB

| 4.759 Views
id Kalteng Promosikan Pariwisata Religi, Pariwisata Religi, Pesta Kesenian Bali, Suku Dayak
Kalteng Promosikan Pariwisata Religi di PKB
Dua seniman Dayak menampilkan Tari Iruang Wundrung saat pagelaran partisipasi Kalimantan Tengah di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-36 di Taman Budaya Denpasar, Bali Sabtu (14/6). (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/wdy/2014)
 Denpasar (Antara Bali) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah mempromosikan pariwisata religi di sela-sela Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-36 di Denpasar, Sabtu.

Dalam kesempatan itu sejumlah seniman suku Dayak dari Kalteng menampilkan sejumlah kreasi kesenian, di antaranya, Karungut Bukit Batuah Manuah, kinyah Mandau, Lawang Sekepeng, dan Iruang Wundrung.

Camat Kamipang, Kabupaten Katingan, Lusen, selaku ketua rombongan berharap penampilannya itu mampu menarik minat para wisatawan untuk datang ke Kalteng.

"Yang kami tampilkan ini masih sebagian kecil adat dan kebudayaan yang kami miliki," katanya.

Menurut dia, Karungut Bukit Batuah Manuah menceritakan tentang sejarah Bukit Batu sebagai objek wisata alam di Kasongan, Kabupaten Katingan. Di objek wisata tersebut terdapat sejumlah bongkahan batu dengan berbagai bentuk dan ukuran serta mempunyai sejarah atau legenda masing-masing dan diberi nama sesuai dengan asal-usul serta fungsinya.

Fungsi masing-masing bongkahan batu itu adalah tempat memohon kesembuhan bagi yang sakit, tempat memohon berkah atau nazar dengan mempersembakan sesajian berupa telur mentah dan matang, daging ayam, dan berbagai jenis makanan tradisional suku Dayak.

Selain itu, bukit itu menjadi tempat pertapaan Pahlawan Nasional Tjilik Riwut yang saat ini banyak dikunjungi para wisatawan untuk sekadar melepas lelah atau tempat memohon berkah.

Dalam kesempatan itu penampilan para seniman suku Dayak itu yang mengenakan pakaian yang didominasi warna merah, ikat kepala dengan hiasan bulu burung rangkong, dan sejumlah senjata khas masyarakat Kalteng.

Dalam penampilannya terlihat para penonton menikmati setiap sajian atraksi kesenian Suku Dayak itu dengan mengabadikan setiap momen gerakkanya dengan kamera saku yang dibawanya. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Baca Juga